Bahasa Indonesia,  Being Fangirl,  Concert,  Review

Wanna One Concert Marathon di 3 Negara (JAKARTA)

Jakarta

Teman Menonton

  • Fajar
  • Kak Lia
  • Vera
  • Fifi
  • Rizka
  • Dedek-dedek “Always Be With Us” walau di venue malah nggak ketemu ­čÖü
  • etc.

Lokasi Konser

Berbeda dengan Singapura dimana saya hanya menonton bertiga, untuk konser di Jakarta kami pergi beramai-ramai dengan menggunakan mobil teman saya menuju lokasi konser yang cukup jauh dari Jakarta yaitu di ICE, BSD. Di lokasi pun bertemu dengan beberapa orang lain yang akan menonton konser bersama walaupun posisi nya berbeda-beda.

Situasi di luar tempat konser

Menunggu Konser

Sekitar pukul 5 sore, gerbang sudah dibuka untuk masuk ke dalam holding area. Seperti biasa di depan ada pemeriksaan tas dan badan tapi ternyata hanya untuk penonton cewek saja, karena teman saya yang cowok sama sekali tidak diperiksa! Tau gitu nitip ke dia aja semua kamera yang sengaja tidak dibawa karena takut ketahuan saat pemeriksaan.

Banyak makanan yang dijual di holding area sehingga bisa makan sambil menunggu pintu dibuka.

Holding area

Mendekati waktu mulai konser, saya mulai masuk ke tempat lokasi antri yang sesuai dengan Qn. Karena ada kesempatan makan dan minum itu sehingga waktu menunggu tidak terasa terlalu lama.

Posisi Menonton

Yang diberi tanda silang pink

Kali ini saya memilih VIP Kanan berdiri dan mengingat pengalaman di Singapura yang berdesakan maka saya memilih untuk berdiri di belakang saja. Saat masuk saya agak bingung dengan suasana di VIP Kanan yang sepi (walau ternyata itu karena semua berdesak-desakan mendekati panggung).

Menunggu konser
VIP Kanan yang terlihat kosong. Padahal…

Saat menunggu di dalam sambil melihat-lihat posisi yang enak untuk menonton, tiba-tiba dari arah pintu samping terdengar suara keras seperti pukulan berkali-kali. Tidak lama kemudian berbondong-bondong remaja cewek berlarian masuk dari pintu itu. Saya yang tidak begitu mengerti apa yang terjadi tetap diam saja dengan santai menunggu konser mulai.

Tapi ternyata salah seorang penonton (Istri dari Uya Kuya) langsung marah-marah dengan petugas karena ternyata anak-anak remaja itu masuk tanpa tiket. Tidak lama kemudian salah satu petugas mengumpulkan penonton yang menonton agak belakang untuk membantunya mencari penonton yang berada disitu tanpa menggunakan gelang VIP Kanan. Yang saya ingat salah satu kalimatnya adalah “Tolong bantu saya ya. Kalian gak mau kan ada yang nonton gratis padahal kalian bayar mahal untuk nonton disini? Kalau nemu, tarik ke belakang atau lapor ke saya”. Tentu saja! 3.5 juta lho tiketnya! Mana mungkin rela ada yang seenaknya masuk tanpa ijin seperti itu.

Pelan-pelan mulai banyak yang melaporkan orang yang masuk tanpa gelang. Semua bekerjasama. Bahkan saat orang-orang itu tetap tidak mau keluar walau jelas mereka tidak ada tiket, semua langsung berteriak “Keluar! Keluar! Keluar!”. Menurut kabar yang beredar, mereka membayar salah satu petugas keamanan untuk diijinkan masuk. Akhirnya setelah pemegang tiket yang sah protes, mereka dikeluarkan dari venue. Kasian sih melihat muka mereka saat berjalan keluar, tapi ya kita semua mengumpulkan uang untuk membeli tiket.

Di dekat tirai hitam terlihat anak-anak yang menyusup itu siap dibawa keluar

Ternyata drama tidak berhenti sampai saat itu saja…

Konser

Konser dibuka dengan Burn It Up, langsung suasana seperti terbakar. Semua menyanyi dan menari bersama. Sambil saya berpikir “VIP sepi ya…santai nih nontonnya”. Tiba-tiba setelah lagu Boomerang, lampu dinyalakan dan orang dari IME (promotor) naik ke panggung untuk meminta penonton di area standing mundur dan tidak saling berdorongan karena banyak sekali yang pingsan. Konser dihentikan sekitar 30 menit karena hal ini. Susah sekali meminta penonton untuk mundur ke belakang, padahal di belakang bisa menonton dengan lebih santai dan tetap terlihat jelas.Lama kelamaan saya melihat orang di sekitar saya semakin banyak. Ternyata VIP terlihat sepi karena memang semua memaksa untuk berdempetan di dekat panggung.┬áSemua penonton di standing diminta untuk duduk agar semua bisa mendapatkan oksigen. Tapi belum juga semua duduk, tiba-tiba sudah diminta untuk berdiri lagi sehingga mereka yang tadi sudah duduk agak belakang langsung berlarian maju.

Konser dihentikan sementara. Semua diminta duduk di lantai tapi yang di depan tetap tidak mau duduk

Setelah situasi lebih tenang, konser dimulai kembali. Bahkan karena “kerusuhan kecil” itu, petugas tidak lagi sibuk menghentikan orang yang merekam.

Ada beberapa hal menarik yang terjadi selama konser :

  • Daniel tidak buka baju di solo corner, berarti benar di Singapura itu tidak sengaja. Penonton di Jakarta kecewa namun kami yang sempat menonton di Singapura langsung merasa bangga haha
Daniel solo
  • Triple Position semua mengenakan kacamata! Jaehwan dan Daniel pakai kacamata kuning, Woojin pakai kacamata hitam. Pasti karena di Singapura reaksi penonton sangat antusias dengan kacamata Jaehwan.
TRIPLE POSITION!!
  • Ending Kangaroo yang memang hampir selalu berbeda-beda, kali ini setelah Jaehwan digendong oleh Daniel, Woojin memberikan gesture kiss kepada penonton
  • Suara Jaehwan saat solo tetap indah tetapi sayangnya crowd kurang mendukung karena tetap berteriak. Mungkin reaksi nya memang berbeda dengan Singapura.
Jaehwan dengan suara indah dan pipi mandu
  • “customer” yang datang di club DJ Hankki sangat ramai! Jaehwan, Woojin, Daniel, Seongwoo, dan Daehwi. Bahkan Daniel sempat breakdance di depan, Jaehwan & Woojin menemani Jisung di turn table. Jaehwan berlagak seperti DJ dengan headphone sedangkan Woojin berlagak sedang membawa minuman keras padahal gelasnya berisi air putih.
DJ Hankki & friends
  • Wannables Indonesia menyanyi di lagu Forever And A Day, Always dan Sandglass dengan sangat indah! Bahkan Daehwi langsung memberikan jempol dengan mata berkaca-kaca
Jihoon
Seongwoo

MC Part

Yang nge-lead “Selfie Time” di Jakarta adalah Minhyun. Ada beberapa kalimat bahasa Indonesia atau gesture yang harus diucapkan oleh Wanna One. Tapi karena The Heal tidak bisa ikut karena harus ganti baju untuk performance selanjutnya, Daniel meminta mereka untuk memperagakan diri menjadi pasir yang berjatuhan di dalam jam pasir. Seongwoo & Daehwi sampai bingung harus memperagakannya seperti apa. Susah sih ya Daniel emang absurd banget.

Ada 3 kalimat yang “tersedia” yaitu “Cantik banget!”, “Pegang tangan aku” dan “Lihat aku aja!”.

  • Minhyun sebagai “MC” menyebutkan 3 kalimat tersebut yang disambut teriakan dari semua penonton, apalagi karena pengucapan Minhyun yang seperti orang Indonesia bicara
  • Jinyoung memilih “Lihat aku aja” dengan pose imut
  • Jihoon juga mengatakan “Lihat aku aja” sambil merentangkan tangannya kemudian pose imut
  • Guanlin mengucapkan “Cantik banget” sambil menunjuk ke kamera
  • Sungwoon memilih “Pegang tangan aku” sambil merentangkan tangan ke arah kamera dan tersenyum
  • Giliran Jaehwan, karena semua berteriak memanggil namanya, ia meminta penonton untuk diam dulu. Berbeda dengan yang lain, ia menyanyikan “Lihat aku aja” dengan baik. Pentonton pun berteriak senang

Setelah Konser

Konser terasa sangat cepat selesai, mungkin karena posisi berdiri yang sangat pewe jadi benar-benar menikmati (Fajar yang saya paksa ikut juga terlihat menikmati hihihi)

Di depan panggung setelah konser
Pernah lihat orang nonton konser boyband K-Pop pake batik?

Tidak langsung pulang, kami duduk-duduk dulu sambil istirahat dan membicarakan konser sebelum akhirnya pulang numpang mobil

>> SINGAPURA

>> KUALA LUMPUR

>> MAIN POST